Kamis, 13 Oktober 2011

Pemasaran Jabon

Pohon Jabon (Anthocepallus cadamba) merupakan jenis pohon cepat tumbuh yang saat ini sedang banyak dikembangkan. Sebut saja Jawa Barat, Jawa Timur, dan sebagian kecil Jawa Tengah sedang gencar memproduksi tanaman ini karena potensi yang begitu besar dari tanaman tersebut. Namun beberapa daerah di Jawa Tengah masih enggan mencoba tanaman ini seperti Tegal, Pekalongan, dan Pemalang. Beberapa daerah ini hanya ditemukan satu tempat persemaian yang menyediakan Jabon, itu pun merupakan perusahaan Negara atau PTPN di sekitar Randu Dongkal.

Sebagian besar petani masih merasa enggan menanam tanaman ini karena belum mengetahui cara perawatan dan pengelolaannya, serta yang paling penting adalah pemasarannya ketika tanaman tersebut telah dipanen. Pemasaran memang terlihat sulit bagi beberapa petani yang belum mengetahui secara penuh seluk beluk tentang pohon ini. Dari survey yang telah dilakukan di beberapa kota dan desa di Jawa Tengah, selain bibit yang mahal, masalah pemasaran masih dianggap sesuatu yang paling penting yang menjadi alasan mengapa petani tidak menanam pohon Jabon. Oleh karena itu, kami mengevaluasi permasalahan tersebut dan menemukan beberapa pemecahan masalah terkait masalah tersebut. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Tempat Penampungan Kayu (TPK)

Di Jawa Tengah, terdapat beberapa TPK resmi yang dikelola oleh Dept. Kehutanan yang telah siap menerima kayu Jabon yang memiliki kepemilikan yang benar. Sebagai contoh, TPK di daerah Pemalang dapat menjadi salah satu tempat pemasaran kayu-kayu tersebut, dan akan memberikan harga yang sesuai dengan yang berlaku di pasaran. Untuk saat ini yaitu sekitar 900rb-1,2jt per m3, dan harga ini masih mungkin untuk merangkak naik.

2. Perusahaan Tripleks dan Meubel
 
Di Jawa, banyak tersebar perusahaan-perusahaan tripleks, kayu, dan meubel yang menampung penjualan kayu-kayu sengon. Setelah kami survey, ada beberapa perusahaan yang sudah mau menampung penjualan kayu jabon, seperti perusahaan tripleks di Semarang, Cirebon, Sukabumi dan Cianjur.

3. Perusahaan Kertas

Pemasaran kayu jabon memang dapat mencapai umur optimal 7-8 tahun, namun apabila anda membutuhkan uang dalam waktu dekat, pohon dengan umur 2-3 tahun pun dapat dipanen, pastinya dengan ukuran dan harga yang relatif jauh lebih kecil. Cara ini sangat tidak dianjurkan, selain harga jual yang murah juga ditakutkan saat perhitungan cash flow tidak mencapai Break Even Point (BEP). Namun apabila dalam keadaan mendesak, anda dapat memasarkan pohon tersebut di beberapa perusahaan kertas. Pastinya harga yang didapat jauh lebih kecil dari harga dengan umur optimal. Namun dikembalikan kepada anda, anda yang menentukan kapan akan dipanen. 

Dengan beberapa solusi tersebut, kami harap anda mendapat gambaran yang lebih luas tentang jabon, terutama dalam hal pemasarannya. Anda tidak perlu takut maupun ragu untuk menanam tanaman jabon karena sebagian besar perusahaan yang mengerti jabon akan siap dan bersedia untuk menampung kayu anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar